Background

Background

Silahkan klik beberapa gambar di bawah ini

  • image1
  • image2
  • image3
  • image4
  • image2
  • image1
  • image4
  • image3
BAB I
PENDAHULUAN


Manajemen adalah suatu cara untuk merencanakan  suatu pengaturan dimana tatacara diatur didalam manajemen tersebut. Manajmen digunakan untuk mengatur semua hal dari tata kerja, manjemen, sistem kerja dan lain sebagainya guna untuk membuat manajemen perusahaan tersebut agar lebih terarah dan teratur.
Untuk itu, perlu dibuat suatu bentuk organisasi agar program-program  yang ada berjalan dengan lancar. Organisasi proyek merupakan suatu cara yang efektif untuk menyatukan orang dan sumber daya fisik yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek tertentu dengan waktu yang terbatas.

BAB II
PEMBAHASAN
ASPEK MANAJEMEN DAN ORGANISASI


A.    PENGERTIAN ASPEK MANAJEMEN
Aspek manajemen dan organisasi merupakan aspek yang  cukup penting dianalisis  untuk kelayakan suatu usaha. Karena walaupun suatu usaha telah dinyatakan layak untuk dilaksanakan tanpa didukung dengan manajemen dan organisasi yang baik, bukan tidak mungkin akan mengalami kegagalan. Baik menyangkut masalah Sumber Daya Manusia (SDM) maupun menyangkut perusahaan secara keseluruhan haruslah disusun dengan tujuan perusahaan. Tujuan perusahaan akan lebih mudah tercapai jika memenuhi kaidah-kaidah atau tahapan dalam proses manajemen. Proses manajemen atau kaidah ini akan tergambar dari masing-masing fungsi yang ada dalam manajemen.
Masing-masing fungsi tidak dapat berjalan dengan sendiri-sendiri, akan tetapi harus dilaksanakan secara berkesinambungan, karena kaitan antara satu fungsi dengan fungsi lainnya sangat erat. Apabila salah satu fungsi tidak dapat dijalankan secara baik, maka jangan diharapkan tujuan perusahaan dapat tercapai. Untuk keperluan studi kelayakan bisnis yang berlu dianalisis adalah bagaimana fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanan, dan pengawasan diterapkan secara benar.
Adapun fungsi-fungsi manajemen tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:


1.      Perencanaan  (planning)
Perencanaan adalah proses menentukan arah yang akan ditempuh dan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam proses ini ditentukan tentang apa yang dilakukan, kapan dan bagaimana melakukannya serta dengan cara apa hal tersebut dilakukan.
2.      Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian adalah proses mengelompokkan kegiatan-kegiatan atau pekerjaan-pekerjaan dalam unit-nit. Tujuannya adalah supaya tertata dengan jelas antara tugas, wewenang dan tanggung jawab serta hubungan kerja dengan sebaik mungkin dalam bidangnya masing-masing.
3.      Pelaksanaan (actuating)
Menggerakan atau melaksanakan adalah proses untuk menjalankan kegiatan atau pekerjaan dalam organisasi. Dalam menjalankan organisasi para pemimpin atau manajer harus menggerakan bawahannya (para karyawan) untuk mengerjakan pekerjaan yang telah ditentukan dengan cara memimpin, memberi perintah, memberi petunjuk dan memberikan motivasi.
4.      Pengawasan (controlling)
Pengawasan adalah proses untuk mengukur dan menilai pelaksanaan tugas apakah telah sesuai dengan rencana. Jika dalam proses tersebut terjadi penyimpangan, maka akan segera dikendalikan. Untuk lebih jelasnya fungsi manajemen dalam suatu perusahaan atau organisasi dapat dilihat dalam diagram dibawah ini.

B.     MANAJEMEN PEMBANGUNAN PROYEK
Manajemen proyek adalah sistem untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi pembangunan proyek dengan efisien. Pembangunan proyek harus dapat menyusun rencana pelaksanaan proyek dengan mengoordinasikan berbagai aktivitas atau kegiatan proyek dan penggunaan sumber daya agar secara fisik proyek dapat diselesaikan tepat waktu.
Untuk itu, perlu dibuat suatu bentuk organisasi agar program-program  yang ada berjalan dengan lancar. Organisasi proyek merupakan suatu cara yang efektif untuk menyatukan orang dan sumber daya fisik yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek tertentu dengan waktu yang terbatas. Pada umumnya, setiap proyek yang relatif besar meliputi tiga tahapan, yaitu perencanaan, penjadwalan, dan pengawasan atau pengendalian.
1.      Perencanaan proyek
Rencana proyek menggambarkan mengapa dan bagaimana suatu proyek dilaksanakan.dalam melaksanakan proyek perlu dianalisis rencana kerja yang meliputi: jenis pekerjaan, waktu penyelesaian, tenaga pelaksanaan, peralatan anggaran.
2.      Penjadwalan proyek
Jadwal proyek adalah menentukan aktivitas-aktivitas proyek dalam urutan waktu tertentu dimana mereka harsu dimunculkan. Pendekatan penjadwalan yang populer adalh bagan Gantt.
3.      Pengawasan Proyek
Mengawasi atau megendalikan proyek merupakan hal yang penting untuk menjaga agar proyek selesai tepat pada waktunya. Mengawasi suatu proyek meliputi monitoring terhadap sumber daya, biaya, kualitas dan anggaran. Pengawasan juga berarti menyimpulkan umpan balik untuk memperbaiki rencana proyek dan memindahkan sumber daya ke tempat dimana yang paling dibutuhkan.

C.    MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Selanjutnya, perlu dianalisis adalah kesiapan perusahaan yang berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia mulai dari pengadaan sampai pada penempatannya dijabatan tertentu untuk menjalankan kegiatan perusahaan. Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu konsep yang bertalian dengan kebijakan, prosedur, dan praktik bagaimana mengelola atau mengatur orang dalam perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dapat dijabarkan dalam fungsi manajerial yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan, dan fungsi operatif yang meliputi pengadaan, kompensasi, pengembangan, integrasi, pemeliharaan dan Pemutusan Hubungan Kerja.
1.      Analisis Jabatan
Analisis jabatan adalah merupakan  suatu proses untuk mempelajari dan mengumpulkan berbagai informsi yang berhubungan dengan suatu jabatan. Untuk itu, kita perlu mengetahui pekerjaan-pekerjaan apa saja yang harus dikerjakan, bagaimana mengerjakannya dan mengapa pekerjaan itu harus dikerjakan. Uraian jabatan memuat hal-hal sebagai berikut:
a)      Identitas jabatan
b)      Fungsi jabatan
c)      Uraian tugas
d)     Wewenang
e)      Tanggung jawab
f)       Hubungan kerja
g)      Bahan, alat, dan mesin yang digunakan
h)      Kondisi kerja.
2.      Perencanaan Sumber Daya Manusia
Perencanaan Sumber Daya Manusia merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara sistematis untuk meramalkan atau memperkirakan kebutuhan sumber daya manusia dalam suatu bisnis atau perusahaan. Perkiraan tentang kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan perusahaan didasarkan pada berbagai pertimbangan antara lain rencana produksi atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan jenis atau bidang investasi yang dijalankan.
3.      Pengadaan Tenaga Kerja
Setelah struktur organisasi terbentuk, maka uraian jabatan dan persyaratan jabatan tersedia, serta jumlah sumber daya manusia telah direncanakan, maka langkah selanjutnya adalah mencari tenaga kerja untuk mengisi jabatan yang tersedia sesuai dengan rencana atau kebutuhan perusahaan tersebut.
a)      Pengadan tenaga kerja
Merupakan upaya untuk memperoleh jumlah dan jenis tenaga kerja yang tepat untuk memenuhi kebutuhan organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
b)      Penarikan
Adalah upaya mencari calon karyawan yang memenuhi syarat tertentu sehingga dari mereka perusahaan dapat memilih orang-orang yang paling tepat untuk mengisi lowongan yang ada.
c)      Seleksi
Seleksi adalah suatu proses untuk memilih atau mendapatkan tenaga kerja yang memenuhi syarat yang telah ditentukan organisasi.
d)     Penempatan
Penempatan berkaitan dengan pencocokan seseorang dengan jabatan yang akan dijabatkan berdasarkan pada kebutuhan jabatan.
4.      Pengembangan
Selanjutnya pihak manajemen perlu melakukan fungsi pengembangan terhadap karyawannya melalui pendidikan dan pelatihan serta karier. Pendidikan dan pelatihan  diberikan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan sehingga mampu memenuhi tuntutan organisasi dalam menghadapi persaingan dan perubahan.

5.      Integrasi
Integrasi merupakan fungsi operasional dari manajemen sumber daya manusia yang berkaitan dengan penyesuaian keinginan karyawan dengan organisasi. Bagaimana pihak manajemen merespons tentang berbagai keinginan para karyawan termasuk hubungan antar karyawan dan implementasi kesepakatan  kerja bersama untuk menjembatani  kedua kepentingan dan keinginan antara karyawan disatu pihak dan manajemen dipihak yang lain.
Bagi perusahaan dengan adanya serikat pekerjaan dapat mempengaruhi kemampuan mereka dalam menentukan kebijakan dan mengelola sumber daya manusianya. Bagi para pekerja dengan  adanya serikat pekerja dapat membantu mereka untuk memperoleh apa yang telah diinginkan seperti kenaikan upah atau dapat membantu mereka dalam menghadapi pihak manajmen atau menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan pekerjaan mereka.
6.      Pemeliharaan
Pihak manajemen harus berupaya memelihara karyawannya dengan berbagai upaya yang nyata agar mereka tetap betah dan merasa dihargai dalam organisasi. Hal itu dapat dilakukan dengan melakukan pembinaan bagi karyawan yang tidak disiplin melalui saluran komunikasi yang  efektif. Manfaat yang diperoleh perusahaan dari lingkungan kerja yang aman dan sehat adalah sebagai berikut:
a)      Meningkatkan produktivitas karena  menurunnya jumlah hari kerja yang hilang
b)      Meningkatkan efisiensi dan kualitas kerja
c)      Menurunnya biaya-biaya kesehatan dan asuransi
d)     Fleksibilitas dan adaptabilitas yang lebih besar.


7.      Pemutusan Hubungan Kerja
Pemutusan hubungan kerja bisa disebabkan oleh berbagai alasan atau sebab yang  alamiah seperti tibanya masa pensiun, permintaan pengunduran diri karena alasan pribdi dan pemecatan karena melakukan kesalahan. Program pensiun merupakan program yang dirancang bersamaan dengan program sumber daya manusia lainnya. Sehingga sejak dini karyawan dan manajemen bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi masa tersebut.


D.    PENGERTIAN ORGANISASI
Organisasi secara statis dapat diartikan suatu wadah atau tempat kerja sama untuk melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.  Organisasi secara dinamis diartikan sebagai suatu proses kerja sama antara dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Organisasi formal menurut klasik adalah sistem kegiatan yang terkoordinasi dari sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan dibawah kekuasaan dan kepemimpinan. Organisasi formal ini merupakan organisasi yang dengan sengaja direncanakan dan strukturalnya dengan secara  tegas disusun.
Tujuan organisasi akan menentukan struktur organisasinya, yaitu dengan menentukan seluruh tugas, hubungan antar tugas, batas wewenang, dan tanggung jawab untuk menjalankan masing-masing tugas tersebut. Atas dasar kegiatan-kegiatan itu selanjutnya dapat disusun pola tetap hubungan-hubungan diantara bidang-bidang keputusan maupun para pelaksana yang mepunyai kedudukan, wewenang dan tanggung jawab tertentu.


BAB III
KESIMPULAN


Dari pembahasan makalah diatas maka dapat kami simpulkan bahwa menyangkut masalah Sumber Daya Manusia (SDM) maupun menyangkut perusahaan secara keseluruhan haruslah disusun dengan tujuan perusahaan. Tujuan perusahaan akan lebih mudah tercapai jika memenuhi kaidah-kaidah atau tahapan dalam proses manajemen. Proses manajemen atau kaidah ini akan tergambar dari masing-masing fungsi yang ada dalam manajemen.
Masing-masing fungsi tidak dapat berjalan dengan sendiri-sendiri, akan tetapi harus dilaksanakan secara berkesinambungan, karena kaitan antara satu fungsi dengan fungsi lainnya sangat erat.

DAFTAR PUSTAKA


Kasmir dan Jakfar, Studi Kelayakan Bisnis, Edisi Kedua, (Jakarta: Kencana, 2010).
BAB I
ASPEK KEUANGAN DALAM STUDI KELAYAKAN BISNIS
A. ASPEK KEUNGAN
Aspek terpenting dalam studi kelayakan bisnis adalah hitung-hitungan keuangan. Berapa seluruh dana yang kita butuhkan baik modal untuk investasi maupun untuk modal kerja. Berapa penjualan, berapa biaya produksi, berapa biaya penjualan, berapa biaya administrasi, dan berapa tingkat keuntungan yang akan kita dapatkan atau bahkan kemungkinan kerugian.
Tujuan menganalisis aspek keuangan dari suatu studi kelayakan bisnis adalah untuk menentukan rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat yang di harapkan dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan, seperti ketersediaan dana, biaya modal awal, kemampuan untuk membayar kembali dana tersebut dalam waktu yang telah ditentukan dan menilai apakah perusahaan akan dapat berkembang terus.
B. KEBUTUHAN DANA DAN SUMBERNYA
 Setelah jumlah dana yang dibutuhkan diketahui, selanjutnya yang perlu ditentukan adalah dalam bentuk apa dana tersebut didapat, yang jelas, yang akan dipilih adalah sumber dana yang mempunyai biaya paling rendah dan tidak menimbulkan masalah bagi perusahaan.
Dana tersebut adalah aktiva tetap berwujud seperti:
Ø Tanah 
Ø Bangunan 
Ø Kantor dan perangkat komputer hardware dan software
Aktiva tetap tak berwujud:
Ø Hak Paten 
Ø Lisensi 
Ø Biaya-biaya pendahuluan 
Ø Biaya-biaya sebelum proses produksi
Selain untuk aktiva tetap, dana juga dibutuhkan untuk modal kerja, setelah dana yang di perlukan diketahui, selanjutnya di tentukan dalam bentuk apa dana tersebut di dapat, melalui sumber dana antara lain:
1.      Modal pemilik perusahaan 
2.      Saham yang diperoleh dari penerbitan saham di pasar modal 
3.      Obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan dan dijual di pasar modal 
4.      Dana kredit yang diterima dari bank 
5.      Sewa guna (leasing) dari lembaga non-bank
C. PENENTUAN ALIRAN KAS (CASH FLOW)
Laporan perubahan kas (cash flow statement) disusun untuk menunjukkan perubahan kas selama satu periode tertentu serta memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut dengan menunjukkan dari mana sumber-sumber kas dan penggunaan-penggunaannya. Pada saat kita menganalisis perkiraan arus kas di masa datang, kita berhadapan dengan ketidakpastian. Akibatnya, hasil perhitungan diatas kertas itu dapat menyimpang jauh dari kenyataannya. Ketidakpastian itu dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk development proyek tersebut dalam beroperasi untuk menghasilkan laba bagi perusahaan..
D. KAJIAN MENGENAI BIAYA MODAL (COST OF CAPITAL)
Cost of Capital bertujuan untuk menentukan berapa besar biaya riil dari masing-masing sumber dana yang akan di pakai dalam berinvestasi. Untuk menghitung keseluruhan dana yang di pakai, rincian analisis biaya dari sumber pembelanjaan ditentukan oleh:
•         Biaya utang 
•         Biaya modal sendiri 
•         Biaya laba yang ditahan
Dana pada kas akan dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan investasi sedangkan
operasional cash flow merupakan rencana pendanaan keluar-masuk arus kas jika proyek sudah dioprasionalkan.
Komponen-komponen yang dipelajari aspek keuangan dalam study kelayakan bisnis adalah sebagai berikut :
•         Kebutuhan dana;
•         Sumber dana;
•         Proyeksi neraca;
•         Proyeksi laba rugi;
•         Proyeksi aliran kas (cash flow)

BAB II
MANAJEMEN KEUANGAN
Manajer Keuangan merupakan seseorang yang mempunyai hak dalam mengambil suatu keputusan yang sangat penting dalam suatu bidang investasi dan pembelanjaan perusahaan. Manajer keuangan juga bertanggung jawab dalam bidang keuangan pada suatu perusahaan. Seorang manajer keuangan dalam suatu perusahaan harus mengetahui bagaimana mengelola segala unsur dan segi keuangan, hal ini wajib dilakukan karena keuangan merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan perusahaan.Unsur manajemen keuangan harus diketahui oleh seorang manajer. Misalkan saja seorang manajer keuangan tidak mengetahui apa-apa saja yang menjadi unsur-unsur manajemen keuangan, maka akan muncul kesulitan dalam menjalankan suatu perusahaan tersebut.Sebab itu, seorang manajer keuangan harus mampu mengetahui segala aktivitas manajemen keuangan, khususnya penganalisisan sumber dana dan penggunaan-nya untuk merealisasikan keuntungan maksimum bagi perusahaan tersebut. Seorang manajer keuangan harus memahami arus peredaran uang baik eksternal maupun internal.
A. FUNGSI MANAJEMEN KEUANGAN
Berikut ini adalah penjelasan singkat dari fungsi Manajemen Keuangan:
1.      Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
2.      Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
3.      Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
4.      Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
5.      Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut.
6.      Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
7.      Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
8.      Pelaporan keuangan, penyediaan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi
Bila dikaitkan dengan tujuan ini, maka fungsi manajer keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut :
1.      Melakukan pengawasan atas biaya
2.      Menetapkan kebijaksanaan harga
3.      Meramalkan laba yang akan datang
4.      Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja
B. TUJUAN MANAJEMEN KEUANGAN
Tujuan Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual, maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin. Seorang manajer juga harus mampu menekan arus peredaran uang agar terhindar dari tindakan yang tidak diinginkan.
Zaki Baridwan (1996;17) menyatakan tujuan laporan keuangan adalah untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang dapat digunakan untuk memenuhi tujun-tujuan lain, yaitu sebagai laporan kepada pihak-pihak lain di luar perusahaan. Dari tujuan laporan keuangan di atas, maka laporan keuangan yang dibuat oleh pihak manajemen ditujukan  kepada dua pihak yaitu kepada pemilik perusahaan. Kepada pihak luar perusahaan laporan keuangan ditujukan untuk menginformasikan posisi keuangan perusahaan, kinerje serta posisi keuangan perusahaan.
Ada dua macam bentuk laporan keuangan utama yang dihasilkan oleh suatu perusahaan (Warsono, 2002:24) yaitu:
a.       Neraca yaitu laporang keuangan yang menggambarkan posisi keuanngan suatu organisasi pada suatu periode tertentu. Dalam sebuah neraca, perusahaan menyajikan lima kelompok pos utama yaitu:
1.      Aktiva lancar adalah kekayaan perusahaan yang segera bisa dikonversikan menjadi utang tunai (kas) dalam waktu paling lama satu  periode akuntansi.
2.      Aktiva tetap adalah kekayaan perusahaan yang digunakan untuk operasi perusahaan dalam jangka waktu lebih dari satu periode akuntansi. Aktiva tetap ini akan berkurang nilainya dengan adanya penyusutan.
3.      Hutang lancar adalah klaim pihak luar kepada perusahaan agar melunasi kewajibannya dalam jangka waktu paling lama satu periode akuntansi. Atas pelunasan klaim tersebut perusahaan harus menggunakan aktiva lancarnya, atau membentuk hutang lain.
4.      utang jangka panjang adalah klaim pihak ketiga kepada perusahaan yang harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu periode akuntansi.
5.      Modal adalah hak milik para pemilik perusahaan, dalam perusahaan perseroan adalah para pemegang saham.
b.    Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menggambarkan hasil-hasil usaha yang dicapai selama periode tertentu. Laporan ini mengenai sebuah entitas selama jangka waktu tertentu; menunjukkan jumlah penghasilan (revenues), biaya-biaya (expenses), dan elemen-elemen lain pebentuk laba 
C. ANALISIS RASIO KEUNGAN DAN JENIS-JENISNYA  
      Kriteria unuk menentukan apakah posisi keuangan suatu perusahaan sehat atau tidak dapat diklasifikasikan menjadi lima macam rasio keuangan (Warsono, 2003:32) yaitu:
a.       Rasio Likuiditas
Rasio-rasio likuiditas (liquidity ratio) adalah suatu rasio keuangan yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya. Rasio ini terdiri dari:
1.      Current Ratio yaitu membandingkan antara total aktiva lancar dengan kewajiban lancarnya
Current Ratio = 
2.   Quick Ratio yaitu dihitung dengan mengurangkan persediaan dari aktiva   lancar dan kemudian membaginya dengan kewajiban lancar
                  Quick Ratio    = 
b.      Rasio Akivitas
Rasio aktivitas adalah rasio keuangan yang mengukur bagaimana perusahaan secara efektif mengelola akiva-aktivanya. Rasio ini digunakan untuk melihat seberapa besar tingkat aktiva tertentu yang diiliki perusahaan. Rasio aktivitas dapat diukur dengan rasio inventori turnover/ ITO dan perputaran aktiva total (Total asset turnover/ TATO)
§  ITO yaitu dihitung dengan membagi penjualan dengan persediaan
Inventory Turnover / ITO   =  
§ Total asset turnover mengukur perputaran dari semua aset perusahaan dan dihitng dengan cara membagi penjualan dengan aktiva total.
Total asset turn over/ TATO = 
c.       Rasio Leverage / rasio Solvabilitas
Raio leverage adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur hingga sejauh mana aktivitas operasionl perusahaan dibiayai oleh hutang. Rasio leverage dapat menggunakan dua ukuran, yaitu rasio utang terdapat ekuitas (debt to equity ratio / DER)
§ DR (Debt ratio) mngukur prosentase dana yang disediakan oleh kreditur terhadap aktiva total yang dimiliki perusahaan.
Debt Ratio= 
§ DER diukur dengan cara mebandingkan antara utang jangka panjang (long term debt) perusahaan dengan modal ekuitas (stock equity)
DER  = 
d.      Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.
Untuk megukur profitabilitas suatu perusahaan dapat dilakukan dengan lima macam rasio, yaitu gross profit margin, net operating profit mrgin, net profit margin, return on investmen, return on equity.
§ Gross profit margin merupakan perbandingan antara laba kotor dengan penjualan 
Gross profit margin =  
§ Net operating profit margin merupakan rasio perbandingan antara laba operasi bersih (earning before interest and taxes / EBIT) dengan penjualan
Net operating profit margin = 
§ Margin laba bersih (Net profit margin) merupakan rasio perbandingan antara leba bersih Setelah pajak (earning after taxes / EAT)
Net Profit margin = 
§ ROI = 
§ Rasio pengembalian atas ekuitas (ROE) mrupakan perbandingan antara laba tersedia bagi para pemegang saham biasa (EACS), dengan ekuitas saham (modal saham biasa) 
ROE = .







BAB III
A. KESIIMPULAN
1   Tujuan menganalisis aspek keuangan dari suatu studi kelayakan bisnis adalah untuk menentukan rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat yang di harapkan dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan.
2. Ativa tetap ada dua yaitu aktiva tetapn berwujud dan aktiva tetap tidak berwujud.
3. Untuk menghitung keseluruhan dana yang di pakai, rincian analisis biaya dari sumber pembelanjaan ditentukan oleh:
•         Biaya utang 
•         Biaya modal sendiri 
•         Biaya laba yang ditahan
3. Manajer Keuangan merupakan seseorang yang mempunyai hak dalam mengambil suatu keputusan yang sangat penting dalam suatu bidang investasi dan pembelanjaan perusahaan. Manajer keuangan juga bertanggung jawab dalam bidang keuangan pada suatu perusahaan.
4. Tujuan Manajemen Keuangan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan
5. Fungsi manajemen keuangan sbb:
1.      Perencanaan Keuangan, 
2.      Penganggaran Keuangan,
3.      Pengelolaan Keuangan, 
4.      Pencarian Keuangan,
5.      Penyimpanan Keuangan,
6.      Pengendalian Keuangan,
7.      Pemeriksaan Keuangan, 
8.      Pelaporan keuangan.



5. fungsi manajer keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut :
1.      Melakukan pengawasan atas biaya
2.      Menetapkan kebijaksanaan harga
3.      Meramalkan laba yang akan datang
4.      Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja
6. Ada dua jenis laporaan keuangan sbb:
1.      Neraca
2.      Laporan laba rugi
7. Analisis rasio keungan dan jenis-jenisnya sbb:
a. Rasio Likuiditas
b. Rasio Akivitas
c. Rasio Leverage / rasio Solvabilitas
d. Rasio Profitabilitas
B. Saran
Harapan kami sebagai penulis, Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca, dan kami harapkan juga bahwa jangan hanya berfokus pada materi ini saja tetapi telusuri lebih dalam tentang ASPEK KEUANGAN STUDY KELAKANN BISNIS (SIM) melalui referensi-referensi lain yang dapat membatu meningkatkan pengetahuan kita tentang aspek keuangan kareana dalam penulisan makalah ini penulis menyadari bahwa materi tentang aspek keuangan masih sangat terbatas.


DAFTAR PUSTAKA
Triandaru Sigit, 2006.  Aspek keuangan. Jagakarsa, Jakarta.
Salemba Empat. Sholikul Hadi, Muhammad, Aspek-aspek keuangan, Salemba Diniyah, 2003 www.google.com (yang diakses pada Senin, 24 April 2013 21:48:06 WIB) www.wikipedia.com (yang diakses pada Jumat, April, 15, 2013, 15:05:39 WIB).